Perjalan Bali

Arrgghh! Nggak tahu kenapa, kok nggak semangat ke Bali ya? Pas pengarahan di MM, bala-bala ku, siapa lagi kalau bukan Dewi, Sarah, Hanum, entah membicarakan apa. Sementara aku mencoba asik sendiri dengan buletin cekidot. Sampai rumah, aku malah sibuk nyuci-nyuci baju. Njemur. Mood ku ketika itu sedang tidak bagus. Solusinya adalah makan dan tidur. Ngebo. Biarlah, packingnya besok pagi aja. Malamnya, eh pagi ding, bangun. Facebook-an. Chating dengan ‘temen’nya Sarah. Hahah. Tak ejek habis-habisan. Ngakak sendiri.

Habis subuh, baru packing. Ngambil dari jemuran, nyetrika, masukkan ke tas. Aku hanya membawa 2 tas ransel seukuran tas sekolah itu. Yang 1 isinya full makanan, yang 1 isinya baju. Tapi nggak penuh. Cuma separo tas. Enteng banget. Sampai sekolah, aku melihat teman-temanku yang perempuan, kebanyakan bawa koper. Biarlah. Ups, ada yang ktinggalan. Aku lupa bawa jas almamater. Untunglah mas supi mau nganterkan. Sepatu? Bukan lupa, tapi memang sengaja tidak membawa.

Ngeng. Bis bergerak dan melaju menuju Bali. Untunglah kursi bagian belakang kosong. Jadi aku bisa ngglethak. 3 kursi aku gunakan untuk tidur. Nyenyaak sekali. Asal ngantuk gitu aja, tidur di mana saja aku tidak masalah. La, tapi aku ngantuk terus je. :D

Perjalanan yang panjang diwarnai dengan film The Eye, musik, karaokean, ejek-ejekan. Dan yang jadi korban adalan saya! Begini ceritanya. Kan aku sebis sama ketua KHR, Janu, nah dia tu manggil aku dan bicara. Tapi Cuma umak umik. Matanya tu sambil nglirik-nglirik gitu. Aku kan nggak denger jadi nggak mudeng, terus aku bilang : Ha? Opo? Ra krungu. Aku bilang begitu. Bastian, yang duduk tidak jauh dari aku, langsung bersorak ihiiyy, Ijah karo Januu. Sontak, 1 bis langsung menyoraki dan ketawa terbahak-bahak sampai sakit perut. Hmm, terimakasih sekali mas Bastian. -.-“

Sampai Bali subuh. Subuhan dulu di masjid deket pelabuhan yang masih dalam tahap pembangunan. Terus langsung pergi ke obyek wisata. Mandi pagi di rumah makan. Sorenya baru check in di hotel.

Tidak terasa sudah 3 hari di Bali. Saatnya pulang. Hari Rabu check out, pulang. Duduk ndekem di bis lagi. Di pelabuhan ada ‘lumba-lumba’ yang minta uang koin untuk dilemparkan ke laut. Aku mau diving ah di pelabuhan. Soalnya banyak uang koin yang nggak ketangkep dan tenggelam. Nah, aku mau menyelam buat ngambil uang-uangnya. Kan lumayan tuh. Hahaha. Aku mengusulkan, mbok udah, uangnya langsung dikasihin ke adiknya yang di darat. Kan kesenengen aku kalau uangnya dilempar dan ternyata nggak ketangkep. Iya to?

Di dalam bis, seringnya aku tidur. Haha. Kebo. Ngemil, foto-foto. Dan alhamdulillah, kamis subuh, sudah sampai di smada dalam keadaan sehat wal afiat. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s