Layang-Layang

Beberapa hari belakangan ini, sering melihat anak-anak kecil bermain layang-layang di sore hari. Huhuhu.. jadi pengen…

Ketika matahari mulai berajak menuju peraduannya, aku mengayuh sepeda kencang-kencang. Angin menerpa wajahku. Bersama teman-teman, aku berhenti di sebuah padang luas yang hijau.

Bambu, kertas minyak, senar. Lari sana, lari sini. Terbang tinggi. Meliuk ke kanan, meliuk ke kiri. Bermain layang-layang.

Duduk di tempat yang menggantung pada sebuah pohon atau tiang. Berpegangan. Ambil ‘ancang-ancang’. Kaki menapak ke bumi sesekali (bingung mendiskripsikannya^^). Bermain ayunan.

Bersama teman-teman. Bercanda ria. Merebahkan tubuh. Memandang birunya langit yang maha luas.
JEDUOAER! Ya~h, balon imajinasi yang sudah ditiup meledak, deh…
:(

Haha. Padahal sudah memakai baju putih abu-abu, tapi kesukaannya masih seperti anak putih merah. Seperti terjebak dalam dunia lain. Halah. Tapi tidak jadi mengapa. Karena terkadang saya ingin pergi dari dunia yang saya geluti sekarang.

Ah, udahan aja deh. Sedang tidak bersemangat -.-“

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s