Wanita

Di perpustakaan bersama teman-teman. Kuambil sebuah majalah sastra, Horizon. Lembar pertama, kedua, ketiga. Lalu sampailah pada bagian puisi-puisi. Ada satu puisi bagus. Begini bunyinya:
Wanita di muka bumi
Bagaikan sebutir telur
Sekali pecah dia tak akan utuh kembali

Aku adalah wanita
Ingin seperti bunga putih
Tumbuh di jurang yang terjal
Mudah dipandang
Namun sulit dipetik

Kemudian, muncullah pembicaraan di antara kami:
ijah: ya nggak mau dong, masak sulit dipetik? brarti entar nggak dapet pasangan?
sarah: bukan gitu maksudnya, jah.
dewi: maksudnya tu nggak murahan gitu..
ijah: owalah.

kurang lebih begitulah percakapan kami. aduh, ijah polos sekali ya?!

Advertisements

2 thoughts on “Wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s