Tidak jadi Drini, Sadranan jadi

Rabu, 7 Juli 2010

Ada dua pilihan di sini. Keduanya sama-sama ke pantai. Yang satu bersama anak-anak DA, naik motor, bayar 10ribu. Yang satunya lagi bersama saudara, naik mobil, gratis. Kemudian aku memilih pilihan ke dua.

Jam 6.30 berangkat dari rumah. Sambil berkaraoke, mobil melaju melewati kids fun, bukit bintang, wonosari, lalu sampailah di pantai Drini. Wa~h, airnya sedang surut. Lalu pindah ke pantai Sadranan. Sesampainya di sana, wa~h ramai. Rupanya ada sekelompok pemuda yang nginep di sana, mendirikan tenda. Tapi tidak menjadi masalah.

Gelombang air di Sadranan tidak besar karena di tengah pantai ada karang yang memecahnya. Jadi, kalau mau bermain-main cukup aman. Pantai ini biasa dipakai untuk of road. Selain itu mempunyai villa di ujung karang atau bukit. Dengar-dengar itu yang punya bule loo. Pasti asik sekali bisa melihat pemandangan dari atas villa.

Berfoto-foto, bermain air selama 2 jam. Merasa sudah cukup, mandi. Waduh, atap kamar mandinya bolong-bolong. Kalau ada orang manjat pohon lalu nglirik, beruntung sekali dia mendapatkan rezeki tak terduga. Haha. Makan mie goring yang sudah dibawa dari rumah. Tentu saja kurang. Lalu diputuskan ke Baron untuk membeli pop mie dan udang. Hmm, yummy.

Pulang. Kasihan sekali mas Supi yang nyopiri. Ditinggal tidur oleh penumpangnya. Sesampai di rumah, loh, kok saudara-saudara dari Temanggung ke sini? Ramai sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s