Idul Fitri 1431 H

Dua tiga kambing dimakan buaya

Selamat hari raya

Mohon maaf lahir batin yaa

Ramadhan telah pergi. Sesal hati tidak memanfaatkannya dengan baik. Berharap tahun depan dapat bertemu dengannya lagi. Amin. Gema takbir bersahutan memecah alam. Idul Fitri datang memberi kesucian bagi insan manusia.

Takbir keliling dan syawalan menjadi agenda rutin. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bakat menjadi foto model. Tak perlu menggunakan baju yang keren dan make up tebal supaya menonjol. Cukup dengan berpose ‘nyleneh’ maka kamu akan memberikan kesan selama maksimal 5 detik. Karena selanjutnya akan dipencet tombol ‘next’ oleh mereka.

Baju baru Alhamdulillah, dipakai di hari raya

Tak punyapun tak apa-apa, masih ada baju yang lama.

Familiar dengan lagu ini? Yup, Idul Fitri merupakan ajang pesta baju baru. Mm, maksud saya, kebanyakan orang membeli baju baru untuk dikenakan ketika sholat Ied atau silaturahmi. Telah kita ketahui, bahwa Islam menyarankan untuk menggunakan pakaian terbaik, bukan terbaru (mohon diralat jika ada kesalahan). Jadi, untuk kamu dan saya yang tidak punya baju baru, jangan berkecil hati. Karena kamu yang sedang berpuasa tidak perlu berdesak-desakan di pasar untuk menawar harga yang cenderung melambung tinggi. Baju baru-baju lama tidak masalah. Tidak perlulah mengikuti trend. Asalkan nyaman, kenapa tidak? Menurut saya sih begitu. Oiya, tips dari mbak saya: kalau mau beli baju, lebih enak akhir tahun. Karena kebanyakan toko sedang cuci gudang, jadi stok lama dikeluarkan dengan harga yang miring.

Lalu, silaturahmi ke rumah saudara wajib dilakukan ketika Idul Fitri atau Lebaran. Setelah bersalaman, usahakan duduk dekat makanan yang disukai. Karena ketika dipersilakan makan, tidak perlu jauh-jauh mengambilnya. Pastikan saudara kamu mengetahui kamu dengan baik. Jadi, mereka tidak ‘pangling’ kalau kamu tambah gendut. Hal yang paling menyenangkan ketika silaturahmi adalah makan tentu saja, saling memaafkan dan saling mendoakan. Oh, indahnya dunia. Haha.

THR, Tunjangan Hari Raya. Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu. Tips dari Swaragama: gunakan uang dengan nominal kecil lalu masukkan amplop dan di lem, supaya terkesan banyak. Jangan memberi THR di depan anak anda. Karena anak anda akan meminta lebih. Hmm, bagus juga. Tapi yang paling menyedihkan adalah jika kamu menjadi anak tengah. Karena ada keluarga yang memberi lebih kepada mereka yang tua, tapi ada juga anak masih kecil yang memiliki saku penuh sesak oleh uang. Bertabahlah kamu yang menjadi anak tengah. Selamanya tidak akan menjadi paling tua atau paling muda. Beda ceritanya kalau saudara-saudara yang sudah berpenghasilan itu membaca tulisan ini, lalu tersentuh, dan tahun depan anak tengah mendapatkan paling banyak. Yeiy!

Gunakan kesempatan liburan Lebaran ini bersama saudara. Berwisata ke tempat yang masih jarang dikunjungi (obyek wisata akan dibajiri pengunjung ketika libur Lebaran). Jika kamu jadi tuan rumah, maka pergilah ke suatu tempat yang saudara belum pernah kunjungi. Tapi, kemanapun itu, asalkan enjoy, ya pasti asik. Atau kalau malas keluar, cukup bercanda, saling mengejek, pukul-pukulan, berbagi cerita, masak bareng, tidur berjejer-jejer seperti sate yang siap dibakar, sudah mengobati kangen tidak bertemu selama satu tahun.

Kamudian saya terlalu asik menikmati liburan sehingga menjadi tidak semangat belajar. Padahal besok Senin sudah masuk sekolah lalu UTS dan memulai rutinitas lagi hingga menemui liburan lagi di Desember besok. Dan tiba-tiba ujian sudah di depan mata. Humft…

Move!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s