Sometimes, I miss my childhood. Ketika dulu di jauh sana, setiap weekend jalan-jalan ke tempat wisata, naik kereta. Atau setidaknya pergi bersepeda ke taman bermain. Naik ayunan sampai puas.

Tapi sekarang, I spend my whole time in front of TV and Internet. Menjadi hafal dengan acara TV tiap jamnya. Menjadi mabuk dengan dunia maya yang seakan mudah dijangkau.

Menjadi anak tunggal yang ditinggal Mas ke Jakarta (kapan mau pulang?), Mbak KKN (1 bulan terasa lama banget kalo nggak ada mbak, howek cwih), Bapak Ibuk yang pergi jam 7 pulang jam 4, sampai rumah masih pusing mikir sekolah (heran deh, jadi guru kok sibuknya nggak karuan).

I am lonely. Hanya ditemani khayalan yang hanya berhenti di kepala saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s