Money Control

Uang itu bukan yang terpenting. Tapi tanpa uang, apa yang bisa kita lakukan? Mau makan, bayar. Ke kampus, pakek motor beli bensin. Mau nyepeda haus, beli minum. Hampir setiap gerak ada saja hubungannya dengan uang.
Saya bukanlah mahasiswa ekonomi yang itung. Walaupun saya anak teknik, tapi harus bisa mengontrol uang.
Sejak SMP saya diberi uang saku tiap bulan, bukan per minggu atau per hari seperti yang lainnya. Ini dimaksudkan agar sejak kecil ditanamkan untuk mengatur pengeluaran sendiri. Ya walaupun kalau habis bisa minta lagi. Hehe.
Setiap naik jenjang sekolah, uang saku bertambah dan pengeluaran juga ikut bertambah. Tapi, saya masih bisa menabung dan beli pakaian sendiri, loo. Ibuk nyumbang kalau baru ada uang. Percayalah, membeli barang dengan uang sendiri itu lebih terasa berharga.
Sekarang mahasiswa dan saya kaget melihat jumlah pengeluaran yang saya tulis setiap hari. Dulu hanya bermodal 1 pensil, sekarang berbagai jenis ketebalan pensil dibeli, scetch book, penghapus yang selalu hilang. Harga makanan di kantin yang mahal tidak sesuai dengan rasa dan porsi. Bawa makan saja dari rumah :D
Padahal 1,5 tahun lagi insya Allah ada KKA ke luar negeri. Ke Dubai dong please, amin. Belum lagi ada mata kuliah arsitektur digital yang pakek komputer. Dan connector pen, pensil warna faber castel yang hanya bisa dilihat saja di rak.
Jangan bekerja demi uang. Tapi buatlah uang bekerja padamu. Rich dad poor dad-nya Robert T. Kiyosaki. Money control, berhati-hati dalam mengambil uang dari dompet. Tapi jangan lupa bersedekah. If you give more, you’ll get more.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s