Time Machine

Oh meenn, saya baru saja selesai mendownload wedding bell-nya depapepe. It’s just too cool. Keren banget! Saya memang selalu suka dengan depapepe, tapi sebenarnya tahu lagu ini dari tweetnya teman kalau temannya sedang memainkan lagu ini. Kyaaaaa ><

Mendengarkan lagu instrument gitar ini saya merasa sedih. Karena temponya yang mellow dan petikan senarnya menciptakan nada-nada yang sendu. Lalu ada yang melengking seperti menjerit-jerit. Padahal  judulnya wedding bell. Mungkin ada cerita dibalik peristiwa.

Seperti film Jepang, Proposal Daisakusen. Ken dan Rei yang berteman sejak SD,  mengetahui kalau mereka saling menyayangi. Tapi mereka membohongi diri dengan menyimpannya sendiri. Hingga pada pernikahan Rei dengan orang lain, Ken baru mengungkapkan isi hatinya pada sebuah pidato di hadapan tamu.

If only there’s time machine seperti di film. Hal bodoh di masa lalu bisa diatur agar tidak ada penyesalan yang datang belakangan. Walau kenyataannya time machine itu tidak ada sehingga tidak ada yang bisa diubah. Karena kita hidup di masa sekarang yang konsekuensinya akan dirasakan esok hari.

“Ask, and it shall be given.

Seek, and you shall find.

Knock, and it shall be opened to you.”

(Proposal Daisakusen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s