Messy Room

Sebagai makhluk nomaden, saya tidak terlalu mempermasalahkan bentukan kamar seperti apa. Dan herannya, saya tidak bisa membiarkan kamar bersih satu minggu saja. Semacam berprinsip ambil-lempar, bukan ambil-kembalikan. Ibuk bahkan sudah mau membuang barang-barang yang dianggap sudah tidak penting lagi. Tetapi saya selalu teriak JANGAAAAANNNNN!!! Oh well, saya suka tidak tega kalau disuruh membuang barang-barang. Fyi, tiket masuk kaliurang ketika makrab saja  masih saya simpan di dompet loh xp

Dan inilah penampakan kamar saya. Nggak tau deh itu lantainya dimana akibat kedatangan 8 maket sekaligus -___-

 

Pengalaman membuktikan adalah ketika membersihkan kamar, sebagian besar waktu habis untuk menemukan barang-barang lama lalu terbuai nostalgia. Banyak sekali nota dari tome, tiket masuk ke ulen sentalu, agenda bulanan, target semester 2 yang (ternyata) tidak terpenuhi. Fotokopian gambarnya Kukur, Monic, coret-coretannya Suva ketika ngajari DED, desainnya Kiky. Nasihat Bu Nia, komentar saya ketika display shelter punya Miftah dan sekarang maketnya ada di rumah dan sudah tidak utuh lagi. Haha, sori mif  ^^v Kemudian ada catatan ketika ke Merbabu, botol yakult yang lupa dibuang, palet cat air yang belum dicuci, ucapan selamat ulangtahun dari banyak orang ketika SMA, lalu ada secarik kertas yang harusnya sudah kukirimkan padamu.

Haaah~ kangen nggak to? Kok aku iya yaa? :3

Tuh kan  malah menye-menye malah blogging, bukannya mbersihin kamar!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s