Butterflies

Pada pertemun pertama  Asistensi Agama Islam, mbak mentor memberi pertanyaan: “siapa orang yang menginspirasi kamu?” kebanyakan menjawab Rasulullah, orangtua. Iya, bagi saya mereka adalah panutan. Tapi saat saya harus menjawab itu, yang terlontar adalah: semua orang, mbak. Asal ceplos sebenarnya, tapi baru-baru ini saya menyadari hal ini.

Ternyata, sekeliling saya adalah orang-orang keren! Walaupun hanya kenal sepintas saja, tapi orang hebat  itu kelihatan dari cara bicara, tatapan matanya, dan ekspresi wajah kan ya? Dia yang si pencari beasiswa kemana-mana, atau peserta PKM nasional, aktif organisasi ini, berani apply exchange program, panitia seminar skala besar, atau dia yang sangat menekuni hobinya. Mereka mudah untuk dikagumi dan menginspirasi.

Pernah suatu ketika, saya sms-an dengan teman

T: mohon maaf lahir batin

S: sama-sama. Keep inspiring! *nggak nyambung sama lebaran? biarin*

T: I ain’t inspiring at all, I guess

Lalu kata Rena, “Butterflies can’t see their wings. They can’t see how truly beautiful they are, but everyone else can. People are like that as well.”

Kehadiran mereka disini, saya anggap teguran dari Allah. Menjawab keinginan saya yang macam-macam tapi bingung mau mulai dari mana. Tu jah, mereka aja bisa loh..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s