Cita-Cita, Gelanggang Expo 2012

Aha, kemarin saya seret Rhea ke Gelanggang Expo. Ini hari terakhir, saya tidak mau terlambat lagi seperti tahun lalu.

Berjalan di antara stand-stand yang penuh mengingatkan saya tentang cita-cita sejak kecil.

Awal tahu apa arti cita-cita, segera saya memutuskan untuk menjadi guru, bukan dokter atau tentara. Dibayang-bayang oleh ibuk bapak budhe paklik mbah buyut keluarga besar yang sebagian besar adalah guru, saya rasa mengajar adalah hal yang keren. Membuat orang belum bisa jadi bisa. Saya mau jadi orang keren seperti mereka. Sekarang kuliah yang bener dulu jah, baru setelah lulus ikut Indonesia Mengajar. Okesip. Oh tapi kenapa seminarnya ketika saya ada kuliah ya, pak Anis Baswedan?

Kita tidak bisa mendapatkan 2 hal total sekaligus sekali waktu kan? Pasti ada yang harus dikorbankan.

Tapi semoga sehat dan bahagia bisa satu paket. Ketika sudah tua masih bisa jalan-jalan keliling dunia bersama suami mengunjungi anak cucu. aaaa :’) mulai sekarang harus olahraga. Banyak sekali stand olahraga yang ditawarkan. Ah! Itu orang bergelantungan dengan tali sedang apa? Uhuk, sebenarnya saya pengen sekali ikut mapala, tapi apa daya tidak ada satupun keluarga yang mengizinkan. Tapi kalo mbolang masih tetap boleh kan? :D

Sambil mbolang sambil menuliskan catatan perjalanan gitu. Sejak kecil, Bapak selalu menyuruh saya untuk menulis kejadian sehari-hari. Dan dengan bangga saya akui kalau punya diary. Biar saja orang bilang apa tapi mengenang masa lalu selalu membuat geli. Bertemu dengan orang-orang inspiratif dan ngobrol dengannya adalah keinginan saya sejak SMA. Kemudian saya bergabung dengan club jurnalistik yang menerbitkan majalah tiap semester. Melihat nama terpampang di akhir artikel itu membanggakan. Karena itu saya selalu ingin menjadi wartawan. Bahkan sampai sekarang. Bisa nggak sih kuliah di Arsitektur tapi jadi wartawan? Sebenarnya ada project pribadi iseng “friends of mine” untuk blog ini tapi belum kesampaian. Nyicil dari yang kecil dulu, deh.

Mulai membantu teman dari hal yang paling sederhana. Memberikan semangat atau menolong orang sakit. Yaudah jah, kenapa nggak kuliah di Kedokteran aja sekalian? Saya tidak sanggup menghafal istilah-istilah keren itu. Bahkan nama orang saja suka lupa. Kecuali kamu, tanpa menghafalnya sekalipun kamu selalu teringat bahkan telah terpatri kuat. Sempat sih kepikiran untuk jadi pekerja social. Membantu anak jalanan belajar, menjadi relawan bencana dan perang, bergabung dengan PMI dan sejenisnya.

picture source

Ah, tapi kenapa cita-cita menjadi arsitek tidak terlalu besar walaupun saya kuliah disini? Tapi ini sudah peningkatan loh. Sebelumnya, saya hanya jatuh cinta dengan arsitektur. Udah gitu aja. Kalaupun jadi arsitek, saya mau arsitek yang membuat rumah tinggal atau arsitek untuk menengah kebawah. Gara-gara tema KKA 2010 Architecture for Saving Life, gara-gara dikasih tahu teman tentang arsitektur komunitas. Dasar idealisme -_-

Yaudah sih yuk, tulis cita-cita sepanjang hidup mau apa. Supaya selalu ingat dan terus termotivasi. Supaya banyak cerita banyak pelajaran didapat. Supaya selalu bersyukur lalu bersyukur lagi.

Setalah gelap lalu pulang membawa satu formulir. Thanks Gelanggang Expo sudah mengingatkan cita-cita yang sempat terlupa :D

#np: Kahitna-bumi Indonesia

 

“saat engkau memiliki keinginan, maka seluruh alam semesta – dgn ijin Allah – akan segera bekerja membantu mewujudkan keinginanmu.” –maharsii

Advertisements

2 thoughts on “Cita-Cita, Gelanggang Expo 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s