Ketika Lupa Membayar Kuliah

Ketika kamu lupa membayar kuliah, maka seluruh dunia akan kerepotan.

Agak lebay sih, tapi ini true story. Begini ceritanya …

Saya adalah pelupa stadium tiga. Berkali-kali tanya teman kapan membayar kuliahnya. Supaya tidak lupa. Berulang-ulang ibuk mengingatkan untuk membayar kuliah. Uang sampai ditaruh dibawah kunci motor. Supaya tidak lupa.

Kemarin kamis, hari terakhir bank buka di minggu ini. Kenapa tidak pakai atm? Karena tidak punya dan tidak tahu cara memakainya. Iya iya, saya gaptek.

Ketika mengerjakan tugas arsitektur digital ditengah-tengah studio yang cuma tanda tangan saja dan sepi, saya bilang ke Kiky: ntar aku mau bayar kuliah loo. Supaya ada yang mengingatkan kalau saya lupa.

Tapi apaa? Bukannya ke bank, saya malah meluncur langsung pulang kemudian tidur dan bangun jam 4!

Kaget dapat sms dari mbak Tami. Tambah kaget ketika ibuk tanya: sudah bayar kuliah belom?

Kyaaaa, saya panik. Mana bank sudah tutup jam segini. Oke, pakai atm-nya bapak. Satu-satunya di keluarga yang pakai Mandiri. Walaupun sudah tanya Rahmi, tapi ibuk mbak mama meragukan kemampuan saya pakai atm. Kalau salah masukin pin tiga kali nanti kartunya ketelen loo, kata mereka.

Sampai di atm, pencet-pencet angka 6 digit yang dikasih. Tapi ketika baru mencet 4 angka sudah masuk ke menu selanjutnya. Tenang jah, tenang. Coba lagi. Sama saja. Lalu sms mbak mama, dan ternyata salah ngasih nomer pin -_- pulang, lalu ambil mbak mama. Yeah, berhasil masuk tapi gagal karena ternyata atm-nya … EXPIRED -_________________-“

Mintak tolong mas supi yang otw jogja dari Jakarta. Dia pakai BRI padahal UGM kerjasama dengan Mandiri. Harus masukin kode pembayaran tapi saya tidak tahu. Ibuk ngga pakai Mandiri. Mbak mama juga. Nggak ada saldonya pula. Gagal.

Bingung dan panik. Kalau terlambat membayar kan harus ngurus ke pengajaran lalalala. Males banget kaan.

A! cari teman untuk membayarkan dulu baru ditransfer atau dikasih cash atau ditabungin uangnya! Yuhuu :D

Chating dengan Sarah, ternyata dia saldonya habis. Mau mintak tolong Suva yang di Jogja tapi kan dia … ah, sudahlah. Lupakan.

Kenapa nggak transfer aja dulu baru mintak bayarin sih jaahh? Sadarnya setelah offline. Saya mengutuk diri sendiri kenapa begitu pelupa dan bodoh.

Cari teman lagi. Telpon Mega yang baru bangun tidur. Dia nggak punya atm. Rahmi sudah di Tasik dan nggak ada transport. Sms Kiky nggak dibales, telpon nggak diangkat. Oh, ternyata otw Solo tapi lalu tidak dibales lagi. Miftah semoga belum pulang ke Jakarta. Tapi ternyata sudah di kereta. Hopeless banget :(( mau mintak tolong ke siapa lagi? Masak ke teman yang jarang bertegur sapa atau sekedar say hallo. Kan nggak enak. Ini masalah uang, soalnya.

Oh, ternyata Miftah juga belum bayar kuliah dan itu agak menenangkan saya. Ada temennya! Haha. Setelah berunding alot dan lalalala, mas supi yang atm-nya aktif dan ada saldo transfer ke mbak mama yang atm-nya aktif tapi tidak ada saldo. Kemudian, dari mbak mama transfer ke Miftah untuk sekalian dibayarin. Yeay, done! Eh, belum juga sih. Belum dibayarin juga. Tapi semoga manusia satu itu bukan penderita lupa seperti saya.

Mwikikikiki, terimakasih semuanyaa yang sudah ikutan repot dan ribet. Maaf yaa mengganggu long weekend bersama keluarga :))

Salam daging sapi daging kambing!

seharian tumbang. berat badan turun 2 kg. dasar lemah -_-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s