Boy Friend

Obrolan pagi ini dengan ibuk dan Mbak Mama tentang berteman dengan laki-laki. Kami akui kalau ngobrol dengan laki-laki lebih menyenangkan karena segala hal yang disikapi oleh hati perempuan bisa diimbangi dengan logika laki-laki.

Hm, oke.

Berawal dari cerita mbak Mama yang dikira ada apa-apa dengan sahabat laki-lakinya oleh guru SMA. Yaa, walaupun sebenarnya ada cerita panjang di balik itu. Tidak mudah untuk tidak game over setelah terjadi hal yang dilematis. Butuh mengorbankan perasaan, kata Mbak Mama.

Saya ikutan nyambung: “punya teman dekat laki-laki itu suka dikira ada apa-apanya.”

*terus kebayang-bayang …. ah, sudahlah*

Then I told them mine. Sambil sesekali Mbak Mama sama ibuk ikut cerita banyak.

“biasanya kalau gitu nanti laki-lakinya yang suka lo”

“serius udah tamat?”

“mendingan ini deh daripada itu”

“kalau dua-duanya suka sih nggak papa”

“lah kalau adik suka sama itu?”

DYAR!

Kamu sering mengatakan untuk let it go, kan? I am trying.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s