Jeda Panjang

Kamu dan aku telah melebur menjadi kita. Dulu. Ketika hari-hari masih dilalui bersama, berbagi berbagai macam cerita, menemani langkah di setiap perjalanan. Kita adalah satu kata tanpa spasi. Dulu.

Mereka, orang-orang yang suka mengusik dan sok tahu, menaruh curiga lalu berasumsi tentang kamu dan aku. Mengeluarkan berbagai macam teori berdasarkan data mentah yang tidak dianalisis mendalam. Mereka tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang kita rasakan. Bukan. Kamu dan aku rasakan.

Lalu berpisah adalah pilihan terakhir untuk ditempuh. Bukan karena menyerah, tapi sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Walaupun sulit untuk dihadapi, biarkan doa dan sujud panjang yang mempertemukan rindu.

Karena kita tidak pernah saling meninggalkan. Hanya jeda panjang yang lebih sering datang.

“Kamu kemana?”

“Nggak kemana-mana kok”

“Nggak kemana-mana tapi jarang ketemu yaa kita..”

“Kenapa e kamu?”

“Sepi”

“…”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s