Ketika Dulu dan Sekarang

Rerumputan masih basah oleh bulir-bulir hujan. Udara sejuk ditiup semilir hujan. Tiga gazebo kecil berdiri di tengah taman. Ada sekumpulan anak yang duduk bersenda gurau.

“Kok sekarang udah jarang bareng-bareng sih?”

Ingatanku menerawang jauh ke memori masa lalu. Ketika dulu orang-orang menyebut kita satu geng, sekarang mereka bertanya-tanya: kok sendirian? Si anu mana? Ketika dulu segala macam cerita kita bagi, sekarang menyapamu menjadi sudah sulit. Ketika dulu keluar masuk rumahmu sesuka hati, sekarang melihat motormu saja sudah cukup. Ketika dulu masih ada perjanjian jalan-jalan dibalas makan-makan, sekarang tidak ada waktu yang disempatkan untuk bersama. Ketika dulu kita saling mencari, sekarang sudah tidak ada yang peduli.

“Hah? Iya, udah pada punya kesibukan sendiri-sendiri sekarang.”

Air mata yang hampir tumpah bersembunyi di balik senyum kegetiran. Kukirimkan pesan singkat untukmu, menanyakan apa saja dengan dalih ingin bertemu. Lalu balasanmu: Nggak bisa.

Kepada sahabat yang pernah begitu dekat, aku merindukanmu.

Tulisan ini disponsori oleh Eka, Nita, Fika, dan Yeahmahasiswa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s