Target

Bapak itu selalu memberi oleh-oleh setiap kali bertemu. Harganya tidak mahal, tapi bernilai banyak. Dari tutur katanya, saya dibekali semangat untuk terus berkarya. Ini hanya sederhana, tapi bisa berdampak besar. Bapak itu mengulang-ulang pernyataan itu. Jangan pernah meremehkan hal-hal sepele. Motivasi yang menampar selalu Bapak itu beri.

Sepanjang perjalanan pulang, terbayang-banyang target hidup dan kesempatan di depan mata. Iya, saya lebih memilih menyebutnya target dengan deadline walau kebanyakan orang di sekeliling banyak yang menyuruh untuk terus bermimpi yang tinggi. Oke kalau begitu, saya akan tidur saja supaya terus bermimipi. Yaa walaupun target saya hanya sampai 1 tahun kedepan sih. Hanya? Iya, teman saya buat lifeplan sampai umur 30 tahun lebih. Pft.

Ahya terserah sih setiap orang kan punya pilihannya sendiri. Tidak ada paksaan juga untuk mengikuti cara pandang saya. Entahlah, dalam beberapa hal saya mempertahankan diri untuk menjadi minoritas. Memang banyak batu-batu kecil yang menggoyahkan, orang-orang yang seakan memahami lalu berujung pada mengusik hidup. Hal-hal semacam itu menjadi halangan yang akan segera berlalu kalau tetap bisa mengontrol diri sendiri.

Kalau kata Panjalu: hidup itu memang keras, jah. Selalu ada persaingan dimana-mana.

Stay focus!

on the way to pursue the targets,

Faizana Izzahasni

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s