Mandiri

Ibuk saya seorang guru yang bekerja setiap hari Senin-Sabtu dari jam 7-14. Belum lagi kalau ada tambahan pelajaran di pagi hari atau praktikum pada sorenya. Walaupun begitu, ibuk tetap menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik. Mencuci baju, bersih-bersih rumah, mengurus suami dan anak. Bahkan setiap pagi dapur rumah menghasilkan aroma makanan. Banyak yang tidak menyangka kalau ibuk sempat memasak sarapan untuk semua penghuni rumah. Sejak awal menikah, itu semua ibuk lakukan tanpa pertolongan dari pembantu. She is a strong career woman and great mom, isn’t she?

Suatu hari, ibuk pernah bilang kalau walaupun jadi perempuan tapi bukan berarti bisa mengandalkan semuanya dari laki-laki. Kalau hanya menadah hasil kerja keras dari mereka, lalu tiba-tiba pihak laki-laki itu pergi atau meninggal, nah loh, mau hidup seperti apa kamu? Jadi perempuan juga harus bisa mandiri setidaknya untuk dirinya sendiri.

Nasehat itu kembali teringat ketika ibuknya teman harus opname, operasi yang memakan biaya tidak sedikit sehingga membutuhkan bantuan.

Pada charity concert beberapa bulan lalu, saya dan teman-teman menjelaskan program pengabdian masyarakat kepada pengunjung café. Tak disangka, ternyata beliau adalah Bapak Singgih Kartono, pemilik Magno Radio dari Temanggung. Saya mengenal beliau dari kepo kepo di internet. Hehehehe. Tapi beliau tidak mau memasukkan koin ke dalam box yang sudah kami bawa. Sebaliknya, beliau justru menyarankan kalau konsep pengabdian masyarakat yang akan kami adakan bukan serta merta membawa sumber daya dari luar daerah, tapi justru menggali potensi local untuk mewujudkan tujuan yang sama. (Hmm, kok ribet yaa kata-katanya). Intinya, mengambil contoh dari proyek yang sedang dikerjakan Pak Singgih, untuk tidak bergantung pada sumber daya dari luar tapi memaksimalkan potensi yang dipunyai.

Hidup mandiri memang memaksa diri untuk menjadi pribadi tangguh. Tapi bukan berarti berhenti menjalin kerjasama lalu menjadi makhluk anti-sosial loo yaaa.

 Anak cewek itu harus gesit, tangguh, cekatan, rajin, dan sifat yang lebih mendasar lainnya. Kalau cuma imut, lucu, menggemaskan, warna-warni, saya rasa boneka barbie juga punya sifat artifisial seperti itu. Jadilah anak cewek yang mandiri, punya cita-cita, dan bisa diandalkan. (Darwis Tere Liye)

Kesan yang kuat akan selalu teringat

Thankyou for inspiring, great people

Advertisements

2 thoughts on “Mandiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s