Rindu Hujan

Aku ingin menuliskan kisah tentang hujan yang menyatukan kembali potongan memori bersamamu. Seharusnya sudah kulupakan serpihan kenangan itu, seperti yang mereka paksa kepadaku untuk menjauh darimu. Tapi aku tidak bisa. (atau tidak mau?)

Kata dan peristwa nostalgia itu mulai terangkai apik. Membentuk paragraf yang bercerita tentang indahnya kebersamaan kala itu. Satu tahun yang lalu.

Tapi aku menghapusnya segera. Rupanya masih kupertimbangkan perasaan dia yang menaruh simpati dan harap padamu.

Walau akibatnya, aku harus menyimpan rasa dan menahan perih sendiri. Adakah yang punya penawar rindu yang tak tersampaikan atau bahkan tak berbalas?

Advertisements

3 thoughts on “Rindu Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s