Hallo #3: Geng Ukhti(?)

difoto di depan SD setelah upacara HUT RI di Manyaifun, Raja Ampat.
difoto di depan SD setelah upacara HUT RI di Manyaifun, Raja Ampat.

Suatu hari, Nita menelpon: Jah, kamu mau KKN di Papua nggak? Kami dipertemukan lagi setelah sekian lama tidak bertegur sapa. Lalu saya bilang ke Mega: Meg, KKN di Papua yok. Kemudian pada saat rapat, saya terkejut ternyata Ulfah, teman SMP juga tergabung dalam kelompok ini. Dan Caye, dia adalah teman mengantuk selama rapat. Haha.

Dalam Kuliah Kerja Nyata di sebuah pulau kecil bernama Manyaifun , Raja Ampat kami dipertemukan. Entah apa yang menjadi alasan, kami menjadi dekat. Tidak hanya 55 hari, bahkan sampai sekarang masih suka bertegur sapa melalui grup chat walaupun sulit untuk bertemu lengkap. Nita sedang student exchange 1 tahun di Jepang, Ulfah berkutat dengan lab, Mega dan Caye sibuk dengan kegiatan ini itu.

Iya, mereka bukan orang yang hanya berkutat dengan perkuliahan saja. Mumpung masih muda, jadi cobain aja semua hal. Tidak mengherankan kalau wawasan mereka luas. Ditambah lagi background agama yang kuat. Da aku mah siapa atuh? Mung remukan peyek je. Tapi dari mereka saya belajar banyak hal. Terutama dalam hal memperbaiki diri.

Memperbaiki diri untuk menjemput jodoh. Huft, 3 orang ibuk-ibuk ini suka membahas tentang jodoh. Setelah cerita macem-macem, ujung-ujungnya membicaran jodoh. Ada yang bingung dideketin dia dan dia, ada yang klepek-klepek, ada yang nangis di restoran, ada yang dengan bijak berserah, ada yang diam saja mendengarkan. Kata Caye sih jodoh itu menentukan masa depan kita. Yayaya. Tapi wajar, mereka kan anak pertama semua.

Walaupun kita terlihat kompak, tapi tidak jarang berselisih pendapat. Terutama saya. Tapi yaudah sih, bukan hal yang perlu diperdebatkan. Terutama dalam hal romantisme. Ada emot kiss di akhir chat, mudah mengucapkan kata sayang. Dalam lingkaran pertemanan saya lainnya, tidak pernah punya teman yang seromantis ini. Well, romantic bagi mereka. But I’m so sorry to say. Geuleuh. Nah, ini salah satu contohnya tentang perbedaan pendapat.

Tapi bukankah kita saling melengkapi dengan keunikan kita sendiri-sendiri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s