2014 review

Sudah ditulis sejak awal tahun kemarin. Tapi lalu malas ngepost. Malas memasukkan foto. Tapi lalu baca punya fika, jadi yaudah deh, publish aja. Close tab atau kamu akan bosan. Sudah saya peringatkan loo yaaa.

January

Buku harian tercatat bahwa saya mengirimkan surat kepada sahabat: mengucapkan terimakasih untuk satu tahun kemarin (2013). Tapi berakhir dengan permintaan saya untuk membuangnya. Geli sendiri bacanya. Wkwkw. Akhirnya dia membuangnya tapi menyisakan bagian quote lalu ditempel di dinding. Pada saat itu, 12 bulan yang lalu. Lesson: You don’t know the future. Nggak usah gombal deh.

Pernikahan Masupi yang penuh drama lika liku. Suasana rumah sedang tidak kondusif padahal sedang UAS.  Alhamdulillah, ada tempat untuk mencurahkan segala macam cerita. Feel sorry for disturbing. Jadi tau cerita keluarga deh, tapi yaa nggak usah menyarankan untuk kabur dari rumaah .__.  Lesson: Marriage is not only about love but gathering two families.

I got my new handphone. Yihaa, walaupun ngutang ibuk sih. Harus merelakan hp butut pertama yang sudah sekarat. Bisa eksis di wasap, line, dan jejaring social lainnya deh. Xixix Lesson: Use technology wisely. Semakin canggih, semakin menjauhkan dari dunia nyata.

Having internship in Akanoma, Bandung for 1 month. Sama Suva yang diam-diam apply juga, padahal dia sudah diterima di biro Jakarta. Pengalaman pertama jauh dari keluarga. Adasih bulik tapi lumayan jauh. Tidur di kantornya, menghilangkan alat pembuat kopi bapak bos, masak sendiri karena tidak ada warung, jauh dari tempat belanja keseharian, nggak bawa motor, macet banget. But Bandung is lovely city. Ada banyak tempat yang belum sempat dikunjungi. I’ll be back to Bandung someday.

Ohya, disela-sela magang, sempat escape ke Jakarta naik motor. Nggak paham. Niatnya mau liat teman presentasi sayembara, tapi yagitudeh. Maafkan saya yang selalu merepotkan. Berujung pada terlantar. Lesson: Far from family teach you a lot. Be mature.

Februari

Kuliah. Hallo Kotagede, project satu semester studio tematik.

Maret

Sekelompok studio perempuan semua ke Arsitek Komunitas. Ngobrol tentang Kotagede, ketemu berbagai narasumber untuk mencari data. Tidak semudah itu melestarikan kebudayaan. Lesson: kalau kebudayaan sudah hilang, seperti apa identitas sebuah kota?

Diajak ikut sayembara tapi mundur. Saya tidak mau kalau hanya disuruh buat mie. Iya, tau kok kalau bercanda. Don’t worry you’re already forgiven.

Hampir setiap weekend ke café-café terkenal di Jogja. Tapi saya tidak kenal. Maaf, anak rumahan ._. Charity concert #UntukPapua. Pulang malam, bapak tidak suka.

Sit on your comfortable sofa, the ‘story’ begin. Ohya, nangis mbenger2 di depan kosan temen. Sampai tetangga kamar keluar buat ngecek. Lucu juga kalau diingat-ingat. Sakjane aku ki ngopo to? Labil -_-

April

Wiswakharman Expo. Kami seangkatan memamerkan presentasi desain mengenai eco tourism, eco public space, eco campus. Usaha selama lebih dari 1 tahun terbayar sudah. Ahya, saya ber 22 teman lainnya mengerjakan eco-campus. Akan seperti apakah UGM di masa mendatang? Kami memberikan ide-ide desain mengenai GSP, selasar social, transportasi, wisdom park-lembah UGM. Di samping itu, saya menjadi humas pada serangkaian acaranya. Bekerja sama dengan adik-adik angkatan yang menyenangkan dan para tamu undangan serta media sponsor. Walaupun ada pembicaraan di belakang dan hal-hal yang kurang sreg, tapi sakit hati menjadi lupa ketika acara berjalan dengan baik. Lesson: team work teaches us how to behave and being professional.

Mei

Malam keakraban di Pantai Slili dengan teman-teman seangkatan. Wohoooo, bounding time with architecture 2011. Konvoi 8-10 mobil. Seneng banget saya, mobilnya bagus-bagus. Wkwkwk, matre. Malamnya, ada acara bakar-bakar, truth or dare (tapi saya memilih pura-pura tidur :p), star gazing. Paginya, games seru yang penuh kecurangan, mandi di pantai, lalu foto bersamaaa. Yeeaay :D

Juni

Mbah Kakung Susukan dipaksa bapak untuk ke rumah sakit walaupun nolak terus. Paklik dari Lampung disuruh pulang. Ada firasat. Karena kondisi menurun, mau dirujuk dari RSA ke Sarjito. Tapi, dokter tidak bisa memastikan di Sarjito ada kamar atau tidak, apakah sampai di Sarjito atau tidak. Bapak bilang: usaha semaksimal mungkin, bagaimana hasilnya biar Allah yang menentukan. Lalu mbah ditanya dijelaskan kondisinya seperti apa, tapi beliau minta untuk pulang saja. Pokoknya pulang. We know something. Yaudah, akhirnya kami memutuskan untuk membawanya pulang. Dengan alasan, kalau mbah meninggal, kami tidak mau mbah meninggal dalam keadaan tidak ikhlas. Jadi biarkan mbah pulang. Setelah sampai rumah,tidur di atas kasurnya, dibacakan Al-Qur’an, mbah meninggal.

Nasehat yang paling saya ingat hingga saat ini adalah: jadi anak itu jangan manja. Tempa hidup dengan berbagai peristiwa. Kamu akan menjadi anak tangguh menghadapi semua kejadian.

Display dengan pengeluaran paling banyak. Maket terbesar. Dengan banyak cerita dan intrik.

Juli

Hanya ada satu catatan di bulan Juli pada tanggal 1. Saya merindukan sahabat yang pernah dekat dan lekat. Menghabiskan berbulan-bulan untuk menangis. Semoga tidak ada yang menyadari mata ini sering bengkak. Hahaha. Tapi mungkin kamu menyadari ada yang berbeda dengan kami, kalau kamu sedang kurang kerjaan untuk peduli. Sudah banyak menguras air mata dan berat badan jadi dicukupkan saja untuk meratapi. Walaupun tidak pernah memiliki, saya merasa kehilangan. Sangat.

Ikut workshop bambu bersama mahasiswa Sidney University. Bayar mahal sih, but it’s all worth it. Hasilnya bisa dilihar di halaman parkir JUTAP yaaa.

Berangkat KKN ke Raja Ampat, Papua. Wohoooo, Alhamdulillah. Banyak banget ceritanyaaa. Banyak pelajaran yang didapat. Bapak bilang suruh nulis buku harian selama disana, tapi nggak tlaten ._. Tunggu saja buku KKN kami yaaaa. Akan segera terbit :D

Agustus

Masih KKN. Turns 21. Dikasih surprise roti sama anak KKN. Tapi berhubung saya tidak pernah menspesialkan sebuah hari, tidak suka perayaan, jadi yaudah gitu. Baru pertama kali juga dapat kue dengan lilin pada tepat malam harinya lalu disuruh make a wish lalu tiup lilin lalu first cake untuk siapa lalu cie. Apalah -_- but thanks, jadi ada makanan paginya. Wkwk.

September Oktober November Desember

Kembali ke dunia nyata perkuliahan. Oh tiba-tiba saja kepengurusan KMTA sudah berakhir. Mengambil mata kuliah pra TA. Salah satu tahap untuk mendapatkan gelar. Saat itu disuruh mengumpulkan proposal sementara saya masih di antah berantah di tempat KKN. Alhamdulillah, dapet keringanan. Heheheh :3 Nonton GMCO Grand Concert. Ikut tekniasiade untuk terakhir kalinya. Kalau nggak futsal, ya nggak bakal olahraga deh ini. Ahya, ikut les Bahasa Inggris lagi. Buat ngejar TOEFL. Display terakhir selama kuliah dengan kelompok terhore sepanjang 7 semester. Pengumpulan praTA dengan dosen yang nggak kalah nyentrik.

Sudah selesai reviewnya.

Kesimpulan? It’s my lowest point. Hampir sepanjang tahun saya mengutuki dan membenci diri sendiri kenapa begitu bodoh dan lemah. Iya sih banyak melakukan ini itu, but something is missing. Hingga pada akhirnya, apa yang bisa saya lakukan selain merelakan semuanya?

2015? Biar aksi yang berbicara saja yaaa. Enjoy your life and be happy!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s