Undo

Malam larut masih saja aku berbalas pesan dengan klien yang meminta pekerjaan untuk segera diselesaikan. Berkutat dengan suatu software, segala shortcut sudah hafal di luar kepala. Karena revisi berkali-kali, kupencet tombol undo berulang-ulang namun tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Sama seperti ketika pertemuan kita waktu itu. Yang sudah lama ditunggu –mmm, aku tunggu.

Ada keinginan untuk bisa kembali seperti dulu. Namun sekeras apapun aku mencoba, masih ada kata yang tertahan hingga membuat tenggorokan tercekat. Ada tatap yang sudah tidak lagi hangat. Ada air mata yang dibendung agar tidak meluap. Ada jantung yang lebih cepat berdetak. Ada rasa yang tidak sempat terucap.

Begitulah hidup yang sedang bermain-main dengan keikhlasan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s