Detak jarum jam semakin jelas kudengar. Akhir bulan datang lagi dan kepanikan terpompa sejalan dengan darah yang keluar dari jantungku. Bukan karena kantong semakin tipis, tapi karena waktuku hampir habis.

I wish I could go back to those days when I could easily pour my thought into words. Satu-satunya hal yang aku harapkan dari masa lalu. But I am trying to start again, anyway.

5 thoughts on “

    1. haiiiiii azaaam, lama sekali tidak bertukar sapa. kowe kan wis dadi penulis, mbok komen opoo ngono buat meningkatkan kualitas tulisan saya yang masih cupu ini :””

      1. Dadi penulis opo! Aku lho sek cupu pisan. Engkok cobak tak komen. Lek nulis tentang arsitektur dan minimal 800 kata. Hahaha. Aku minggu ngarep nang jogja, insya’allah. (:

      2. Saya sudah berhenti menggunakan Line, saya beralih ke angkot. Hahaha. Whatsapp ae jah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s