I am dying.

Ketika ada teman yang baru saja wisuda, bukannya mengucapkan selamat wisuda tapi yang sering keluar dari mulut adalah: selamat datang di rimba paska kuliaahh. Sambil evil laugh. Jahat.

But it really is.

Setidaknya menurut saya yang menyimpan banyak suara di dalam kepala. Apa yang saya punya, apa yang ingin saya lakukan, dan apa ekspektasi orang-orang terhadap saya. Ketiga hal yang saling bersilangan bikin kepala mau pecah.

Ditambah lagi dengan kenyataan teman-teman yang sudah mulai menapaki kemapanan dan meraih ini itu. Untung saja saya berhenti mengonsumsi media sosial sejak lebih dari satu tahun lalu kecuali buat kepo si dia. Karena banyak postingan yang menunjukkan sedang apa di mana dengan siapa, tidak jarang terbersit perasaan: kok aku masih gini-gini aja sih. Eits, don’t get me wrong. Ini ketidakmampuan saya untuk menyikapi ini. Kamu mah mau posting apapun terserah. Saya tidak punya kuasa untuk mengatur kamu. Tapi saya punya kontrol penuh terhadap hidup saya.

Yaaa walaupun masih tiba-tiba nangis, teriak-teriak. Bisikan di dalam kepala sangat berisik. What am I doing with my life? What are you looking for? Why do I still breathing? What if I die in a second? Jawaban dari rentetan pertanyan tersebut adalah let me sleep. Tapi kalau nggak bangun lagi gimana?

Yes, I think a lot about death lately.

So I went to psychologist. And it’s okey to not okey.

Fika yang menjadi salah satu support system dalam menghadapi ini bilang: ini lagi dilatih mentalnya buat jadi perempuan kuat. Kan malah jadi belajar banyak to dengan mengalami ini itu.

Saya sedang mencoba menikmati permainan hidup yang penuh lika liku dan kejutan tanpa bisa saya prediksi. Dengan melakukan ini itu anu, kemampuan diri harus dilipatgandakan. Pun saya harus merelakan hal-hal yang sebenarnya menyenangkan tetapi malah diam-diam menggerogoti diri saya. So, I am so sorry for not showing up.

It is hard, of course. But I have to keep going because in the end, only me who can save myself.

Ketika Masupi tau ini, dikira saya mau minum baygon -_-
Dikira Masupi, saya mau minum baygon -_-
Advertisements

One thought on “I am dying.

  1. Jadi, ceritanya ini lagi agak gimana gitu ya mbak karena setelah lulus belum ngapa-ngapain? Duuuh, kamu udah ngapa-ngapain kalik mbak. Ayooolaaah, mangats.

    Aku nih loh :’ belum lulus aja tetep belum ngapa-ngapain :( sediih adeqlaaaaaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s