Pemanasan

Hubungan saya dengan blog ini bisa digambarkan seperti begini: terjalin karena dipaksa oleh guru SMA, semakin lama semakin nyaman, menjadi tempat segala curahan, lalu tiba-tiba boom kecemasan menyeruak, mempertanyakan alasan menulis, mencoba mengais sisa-sisa semangat, berjanji akan rajin menulis, bosan, terlupakan, lalu rindu.

Kemarin sore, saya membaca blognya Caye tentang cita-citanya menjadi penulis dan mentor bagi penulis. Walaupun kami memiliki pandangan yang berbeda dalam hal kepenulisan, saya segera menghubunginya untuk meminta nasehat. Tercetuslah tantangan menulis 30 hari yang kebetulan kemarin adalah tanggal 1 September, jadinya pas. Saya sempat pesimis bisa menuntaskan itu, hingga keesokan harinya Caye bilang kalau menunggu tulisannya saya.

Baiklah. Kenapa tidak dicoba saja?

Dengan kata lain, saya sudah terlambat 1 hari karena kemarin pelor parah dan terbangun pagi buta. 2 tulisan dalam 1 hari, dan saya tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Kenapa tiba-tiba ngebet nulis di blog lagi? Karena otak saya sudah terlalu lama tidur, entah kapan terakhir bersemangat untuk melakukan apa selanjutnya. Ada banyak ide, tapi yang paling mudah direalisasikan adalah kembali meramaikan blog dengan tulisan-tulisan.

Masih perlu banyak yang yang harus dilatih; tentang bagaimana menuangkan pikiran/imajinasi menjadi kata-kata runut, mudah dipahami, dan menarik. Seperti kata Uda Ivan Lanin, berbahasa itu seperti makan. Makan sembarangan di pinggir jalan, junk food itu mengenyangkan tapi tidak sehat. Orang akan tetap paham dengan bahasa yang terbolak balik, tidak baku. Coba makan 4 sehat 5 sempurna, coba berbahasa sesuai EYD, kan lebih enak dimakan, lebih enak didengar dibaca.

Dan yang paling penting apa yang mau ditulis. Caye memberi usulan untuk menuliskan ucapan terima kasih kepada teman. Saya pernah menuliskannya tahun lalu di sini, ini, dan ini. Yang membuat tersentil adalah ketika Caye menyarankan untuk menulis hal-hal yang disyukuri setiap hari. Saran yang tepat apalagi jika kamu membaca beberapa tulisan saya yang suram belakangan ini. HA!

Atau ada yang punya ide lain?

P.S. Semoga Ibuk tidak ngambek, karena dengan melakukan tantangan menulis 30 hari maka saya akan lebih banyak berada di depan laptop.

2 thoughts on “Pemanasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s