Balada Perkuliahan

Di luar sedang mendung. Terdengar suara gludug kecil dari balik awan, seperti suara perut yang kelaparan. Angin sepoi-sepoi membunyikan lonceng yang dipasang di dekat pintu. Gorden-gorden mengembang seperti sayap superman yang siap terbang.

Siap terbang meraih cita-cita.

Sudah hampir 2 minggu masuk kuliah. Sama seperti dulu ketika SMA setelah liburan panjang, karena shock lalu tumbang. Pusing, suhu badan tinggi tapi badan terasa panas dingin. Tetap berangkat kuliah hingga ditutup oleh muntah atau mimpi buruk. Untunglah keduanya tidak terjadi.

Pertemuan pertama tiap mata kuliah sudah dapat tugas. Tidak boleh mengeluh karena kata bapak dosen kalau arsitek tidak dapat tugas, bagaimana bisa makan.

Display studio 4 kali -> instalasi bambu, shelter, kafe buku, dan house of couple. Aaaah, excited bangeett :D tapi sekarang masih buat instalasi bambu yang akan direalisasikan dalam rangka ulang tahun jurusan! Iyaa, DIREALISASIKAN!

Itu baru 1 mata kuliah yaa. Ada tugas analisis tapak yang membuat saya agak sedih. Jadi bapak dosen menunjukkan foto lokasi proyek yang sedang di handle. Di Kupang, tepatnya di tepi pantai berbatu yang masih ‘suci’. Banyak sekali pohon-pohon dan lahan seluas 4 hektar itu ditumbuhi semak-semah hijau bagus banget. Mbayangin ada di sana kemah api unggun lihat sunset.

Tapi tiba-tiba di slide selanjutnya, bapak dosen menunjukkan rencana pengolahan lahan. Ada mall, residence, tempat-tempat hiburan. HAH?? YAKIN NIH MAU DIBUAT SEPERTI ITUU? Padahal kan sayang banget. Lebih bagus juga dibiarkan hijau begitu. Lalu tugas yang diberikan adalah membuat marketing office. Adduuuuhh, tambah sedih lagi. Nggak tega dan bingung mau dibuat seperti apa :’(

Fyi, saya tidak suka ada perumahan berbaris di dekat rumah yang menghilangkan sawah hijau banyak bangaunya. Padahal salah satu yang andil adalah arsitek. Maka dulu saya sempat ragu untuk memilih arsitektur. Tapi toh saya kuliah disini juga. Nggak tau deh besok saya akan bagaimana. Yang dibutuhkan sekarang adalah kuliah yang bener dan dapat nilai bagus dan berbagi dengan orang lain.

Dan cita-cita itu masih terpatri kuat di sini. I’ll make it happen. Amin.

Center of Life

Center of life karena mengambil konsep memusat. Ada pusat cahaya di ujung atap sana. Lantai leveling ke bawah dan sebelum masuk menunduk dulu. Sudah tahu maksudnya kan? Tuhan sebagai pusat dari segalanya. Haruslah tidak sombong karena kita sangat kecil berada di bawah.

Yap, ini tugas besar studio. Karena desain ruang doa ini terletak di belakang rumah, jadi bentuknya nggak aneh-aneh. Disesuaikan sama rumahnya gitu. Dan karena ini ruang doa yang aktivitas di dalamnya tidak neko-neko jadi desainnya biasa aja.

Taraaaa! Inilah ruang doa tapi lebih mirip ruang uka-uka dukun jampi-jampi gitu yaa? -_-

maket dari sapu, stick es krim, serbuk gergaji, besek, karton

suka sama layout posternya

sekelompok sama orang vietnam loh. tebak yang mana!

oh, well. 1 semester itu cepat sekali. saya belajar banyak di sini. dan saya merasa bodoh sekali :(

happy holiday! it’s time to learn more :D

Kuliah Lapangan SK1

Ini postingan terlambat karena menceritakan Kuliah Lapangan Struktur dan Konstruksi tanggal 16 Desember 2011 kemarin.

Seangkatan ber 70 , belasan asdos, dan dosen bedol desa ke daerah Plemburan. Disana kita ke rumah bu Rini yang didesain oleh Pak Pradip, dosen mata kuliah ini.

Adalah tipe-tipe rumah yang menyatu dengan alam karena banyak pohon. Uniknya, rumah ini terdiri dari material batu kali, batu bata dan kayu. Bukaannya banyak jadi angin bisa masuk. Kalau dari depan kelihatan 2 lantai, kalau dari belakang kelihatan 3 lantai.

Ah, ya gitudeh.

Oh btw, kalau kita ke rumah orang Jerman (kalau nggak salah) karya Pak Pradip juga, pengunjung maksimal hanya 5 orang supaya privasi mereka tidak terganggu.

Tujuan selanjutnya ke Prumpung dan Sidomoro, Muntilan. Di sana kita diajak ke huntara. Hunian sementara bagi korban lahar dingin. Rumah mereka yang hanyut tenggelam dan rusak dipinjami rumah selama beberapa tahun.

Kerjasama dari banyak pihak jadilah huntara yang terbuat dari bambu dan sudah ada kamar, dapurnya. Walaupun atapnya dari seng, tapi kalau di dalam tidak terasa panas loh. Karena dilapisi gedheg dulu.

jamur sebagai konsep taman baca anak. lucu :3

Jadi huntara bukan sekedar sebagai tempat tinggal. Tapi juga sebagai tempat untuk pemulihan luka.

 

Kalau bisa mengulang waktu, aku pengen sekolah di sekolah alam yang langsung belajar dari alam. Karena alam mengajarkan segalanya. Berada di sebuah kotak itu membosankan.