Pada Akhirnya

Ibarat sebuah jalan, kita berasal dari dua arah yang berbeda. Kamu dari ujung barat, aku bermula di ujung timur. Lalu kita bersinggungan di sebuah titik persimpangan. Tempat yang membuat nyaman dengan kebersamaan yang mengiringi.

Tapi sepertinya ada hal yang membuat kita tidak bisa selalu bersama. semoga hanya sementara. Kembali, kita berjalan di jalur yang berbeda. Walau begitu, aku tahu yang kamu alami disana, begitupun kamu yang tidak pernah absen memastikan kondisiku. Kamu ada pada jangkauan mata, tapi begitu sulit untuk teraba. Aku bisa apa selain sujud panjang untuk mendoakan keselamatanmu.

Jika nanti pada akhirnya akan bagaimana -apakah akan tetap seperti ini, kita bertemu kembali dalam persimpangan yang menyatukan perjalanan panjang kita, ataukah kita akan berbelok saling menjauh,- maka biarkan hati ini ikhlas untuk menerima.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s